Unwim tidak Mungkin Dibubarkan

BANDUNG, (PR).-
Universitas Winaya Mukti (Unwim) tidak mungkin dibubarkan karena kampus tersebut dibangun Pemprov Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jabar. Dari tiga opsi yang diberikan, yaitu dibubarkan, diteruskan, atau dikerjasamakan dengan perguruan tinggi (PT) lain, opsi yang ketiga adalah solusi tepat untuk menyelesaikan masalah Unwim.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Jabar Deny Juanda pada Wisuda Unwim tahun akademik 2007-2008 di Gedung Serba Guna Unwim, Jatinangor, Kab. Sumedang, Sabtu (9/8).

Menurut Deny, keputusan nasib Unwim harus disepakati paling lambat akhir tahun 2008 oleh gubernur. Salah satu PT yang akan dikerjasamakan dengan Unwim adalah Institut Teknologi Bandung (ITB).

Deny menjelaskan, jika Pemprov Jabar meminta bantuan ITB untuk dikerjasamakan dengan Unwim demi membangun kawasan pendidikan di Jatinangor, program studi yang dikembangkan akan disesuaikan.

“Jatinangor itu dibangun oleh pemprov sebagai kawasan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Saat ini, yang dimaksud dengan teknologi itu belum ada. Jika Unwim jadi dikerjasamakan dengan ITB, aspek teknologi ini akan terwujud,” ujar Deny.

Deny mengakui, tahun ajaran 2008-2009 ini, Unwim tidak membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB). Hal ini dikarenakan untuk mengakhiri ketidakpastian yang sedang dihadapi Unwim. Menurut Deny, jika menambah mahasiswa, masalahnya tidak akan pernah selesai.

“Stop dulu kegiatan PMB-nya, urus dulu mahasiswa yang tersisa. Jika nanti ada jurusan yang sepi peminat, lebih baik dibubarkan. Jika kerja sama Unwim dan ITB terjadi, mahasiswa Unwim akan dites dulu sebelum masuk ITB. Jika lulus tes, mereka langsung kuliah di ITB, kalau tidak lulus, lanjutkan di Unwim sampai batas waktu yang ditetapkan,” tutur Deny.

Deny menjamin tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan, baik mahasiswa, dosen, maupun karyawan Unwim. “Jangan pikirkan akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Jika dikerjasamakan, semua unsur Unwim akan dilibatkan dan dibantu. Unwim akan tetap menjadi milik pemprov, hanya pengelolaannya saja oleh PT yang ditunjuk,” katanya tegas.

Sementara itu, dalam sambutannya Rektor Unwim Dr. H. Endang Sufiadi, Ir., M.S. mengatakan, para alumni Unwim harus membuktikan bahwa mereka siap bersaing. Mereka harus berperan sebagai pelopor dan sumber rujukan utama bagi lingkungan kerja dan masyarakat dalam menanggulangi permasalahan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Pada tahun akademik 2007-2008, Unwim mewisuda 591 mahasiswa, terdiri atas 124 orang pascasarjana (S-2), 422 orang sarjana (S-1), dan 45 orang ahli madya (D-3). Mereka berasal dari empat fakultas, Fak. Kehutanan, Fak. Teknik, Fak. Ekonomi, dan Fak. Pertanian. (CA-187)***

About these ads

15 Tanggapan to “Unwim tidak Mungkin Dibubarkan”

  1. HR Bunyamin w Says:

    Pertahankan UNWIM jangan sampai bubar
    selamat berjuang

    dari alumni fak tek TL.saat ini sedang menyelesaikan S2 di UNPAD

  2. JANGAN DIBUBARKAN UNWIM, SAYA MAHASISWA UNWIM YANG SEDANG MELANJUTKAN S2 DI UI FT. SIPIL

  3. unwim jadi begini karena kelakuan para dosennya juga.
    fakta – faktanya:

    1. untuk mendapatkan nilai akhir yang bagus, para mahasiswa harus melakukan “pendekatan- pendekatan khusus” sesuai pengakuan salah satu dosennya.

    2. Mahasiswanya pada detik2 terakhir batas sidang skripsi, bisa mengorder pembuatan skripsi khususnya bab IV kepada dosen

    3. empat hari menjelang wisuda masih ada sidang ????gimana yudiciumnya yaaaa???trus klo ada revisi kapan ngerevisinya???

    saya dukung unwim tetap eksis, TAPI BERSIHKAN TERLEBIH DAHULU UNWIM DARI PARA DOSEN YANG MEMANFAATKAN UNWIM SEBAGAI LADANG DUIT BUKAN LADANG ILMU.

    Saya rasa klo di FT msh bersih krn FT lah cikal bakal unwim,tp liat aja di FE khususnya yang kelas non reguler atau kelas karyawan.mainannya duit terus.wkt wisuda kemarin aja ada tambahan biaya ampir 1 jt an per mhs yang akan digunakan untuk kegiatan pelepasan mhs FE. Parahnya klo ga bayar, ijasah ditahan (kayak sekolah jaman dulu klo ga bayar spp, ga dpt rapot….).Googling aja ada koq pernyataan salah satu dosen yg ga mw disebut namanya yng bilang klo dia mendingan bisnis diluar dr pd ngurusin unwim dalam suasana yg ga jelas gini.Yg jelas saya punya fakta bahwa bimbingan skripsi yang dilakukan oleh para dosen FE menggunakan metode plagiat atau jiplakan, para mhsnya cm disuruh nyalin dr UP.skripsi mhs lainnya (saling tukeran skripsi)..gila kan…

  4. Uun M. Budiawan Says:

    Kumaha atuh!
    Bareto ATPU dibubarkeun, sampai-sampai mahasiswanya yang menolak dengan tegas harus berurusan dengan polisi. Alasan mau dilebur jadi UNWIM, ayeuna malah UNWIM rek dibubarkeun deui. Karunya atuh mahasiswana !

    Kalau UNWIM bubar, saya jadi sedih juga.

    Saya alumni ATPU Jurusan Teknik Geodesi.

  5. Kenangan berawal dari sebuah Sekolah Tinggi Pertanian Tanjungsari – dulu dikenal dengan APT (Akademi Pertanian Tanjungsari – Sumedang). Tahun 1989. Jika pikiran melayang ke tahun 1989, otomatis rasanya, hati, pikiran dan ingatan terbayang bagai sebuah film dokumenter sejarah di tahun dimana pertama kali menjajakan kaki di sebuah lembaga, yang menurut masyarakat Jawa Barat yang sarat dengan nuansa pertanian, dari mulai bangunan yg sebagian warisan tempo dulu, lingkungan asri pegunungan, udara yg jauh dari polusi dan lain – lain, yang menurut saya seperti lembaga pendidikan pertanian yang ideal dan cantik.

    Panjangnya sebuah perjalanan sejarah Lembaga pendidikan ini, tentunya membawa dampak besar terhadap kontribusi lulusan dari tahun 1914 hingga sekarang, begitu banyak para lulusannya yang sudah menempati posisi strategis di berbagai sub sektor pemerintahan & swasta bukan hanya di Jawa Barat tetapi juga di seluruh Indonesia (sayang saya belum mendapatkan angka pasti berapa lulusan yang telah memposisikan dirinya ……dari Ikatan Alumni ini.???…).

    Tapi tentu saja, dengan berbagai komptensi dan kapebilitas serta kemampuan kinerja yang sangat berbeda – beda ( mungkin dari Tingkatan nilai 5 s/d 9,5 terisi…he he ).

    Kilas balik sejarah ini, saya ulas kembali bukan semata-mata “uraian ilmu sejarah” tetapi mencoba memberikan wacana berfikir kembali tentang pentingnya melestarikan sebuah produk sejarah, bagaimanapun kendala/permasalahan yang dihadapi…tidak ubahnya sebuah Patung Arca saja yang diberitakan hilang, pemerintah dengan serta merta berusaha mencari dan menangkap pelaku pencuriannya…(begitu berharganya kah? sebuah benda yang hanya terbuat dari Batu, tidak bergerak dan bukan pelaku sejarah aktif..masih wajib dipertahankan…), Apalagi ini, sebuah lembaga Pendidikan yang nyata-nyata merupakan produk sejarah sekaligus pelaku sejarah aktif…

    Jelas sudah bagi kita bukan? sehingga tidak perlu lagi wacana – wacana ilmiah untuk mempertahankan sebuah eksistensi lembaga pendidikan ini, karena barang ilmiah bisa saja dibuang begitu saja, tetapi barang sejarah, tentunya wajib dilestarikan..(ada Undang2 nya loh…he he ).
    Ingatkah kita apa yang pernah diucapkan The Founding Father (Sukarno),
    “Jangan Sekali – kali Melupakan Sejarah”

    (Tulisan dan ulasan ini saya buat, dikhususkan untuk Tim Pengkajian UNWIM
    Berdasarkan SK.Gubernur Jabar No.421.4/Kep.262-Yansos/2008.)

  6. Wawan DP, GD'89 Says:

    Jangan dibubarin atuh…..please….. buat : Uun M. Budiawan teh GD’89 sanes ?

  7. Duh UNWIM kunaon atuh jadi kieu kanggo para alumni Fahutan UNWIM terutami MH94 kumaha dararamang? sedih pisan euy lamun kampus tercinta sampai dibubarkan…

  8. terus berjuang UNWIM, punten akang-akang nu di manggala/unit/di manapun, ayo perlihatkan semangat korsa kita !!!! Satujuuuuuuuuuuu …..

  9. Kalo ampe bubar abdi kaduhung pisan atuwh. . .

  10. INDRA BUDY D Says:

    KNAPA MESTI DIBUBARIN??? UNWIM KAMPUS KITA TERCINTA, INGAT KAWAN-KAWAN WAKTU TAHUN 1997 S/D 2001 KITA BERSAMA-SAMA MENGGALI ILMU DI KAMPUS INI.
    UNTUK ALUMNI TEK. ARSITEKTUR ANGKATAN 1997 BAGI-BAGI EMAILNYA BIAR KITA BISA KONTEK2AN.
    HATUR NUHUN, UNWIN MAJU TERUS COY!!!!
    (indra_bdarma@ymail.com)

  11. Supriatna Says:

    katanya unwim teh anu pemprov, kumaha atuh, kumaha atuh jeng program Gubernur tentang peningkatan pendidikan asa teu nyararambung!

  12. Saya sependapat dengan para Alumnus yang tidak setuju dengan pembubaran UNWIM. Seharusnya Seperti yang kita ketahui pendirian UNWIM didasarkan oleh tujuan untuk meningkatkan menciptakan SDM di Indonesia pada umumnya dan Provinsi Jawa Barat pada khususnya, maka alangkah tidak rasional suatu Lembaga Pendidikan milik Provinsi menjadi korban pembubaran hanya karena ketidakmampuan para Elit pemerintahan Provinsi yang notabene sebagai caretaker tidak mampu berbuat banyak untuk melakukan Improvisasi dsb untuk menyelamatkan “ASET” Provinsi yang seharusnya bisa dimiliki o/semua masyarakat Jawa Barat khususnya serta bangsa Indonesia pada Umumnya.

    Saya di referensikan o/kakak saya yang juga ALUMNUS TL – ATPU ’85 untuk mengenyam pendidikan Tinggi di UNWIM yang menurut beliau memiliki karakter pendidikan yang baik dikenal akan keras nya didikan Dosen-Dosen senior yang konservatif , saya pun bisa menilai gambaran itu tercermin dari kakak saya yang hanya bergelar DIII namun bisa menjabat Senior Manager di Sebuah Perusahaan Telekomunikasi Internasional Milik German hingga saat ini pun masih menjabat Nasional Manager di Perusahaan Tersebut.

    Untuk Itu, dengan statement itu saya berharap para elit pemprov yang berkompeten melihat jangan hanya dari sisi BENEFIT FINANCIAL nya saja tapi lihatlah dengan Kacamata Pendidikan – apa yang bisa di berikan para pendidik pada generasi penerus nya adalah ILMU PEngetahuan, MEntal Akademisi, serta Moral seorang yang berpendidikan dan Beriman sehingga yang akan digunakan adalah Hati dan Akal sehat untuk melangkah ke depan , bukan Akal dahulu baru Hati dimana di dalam akal lebih banyak Ambisi ketimbang Rasa – perasaan yang bersih.

    Semoga UNWIM tetap menjadi persatuan dari segala bidang AKADEMIK yang menjadi kebanggaan Indonesia Umumnya dan Khususnya PROVINSI Jawa Barat.

    Faisal Syahmi
    Alumni T.Geodesi ’97

  13. unwim jangan sampe bubar……………………
    gw inget waktu kuliah di unwim. susah banget lulus nya….pengen lulus aja sampe 7 tahun. angkatan gw juga ada yang belum lulus sampe sekarang.
    untuk lulus aja susah masa sekarang mau di bubarin……. kita harus inget sejarah dunk.
    untuk para dosen unwim terutama Fakuktas Teknik mungkin ini harus jd pelajaran, karena ilmu yang di dapet di kuliah ga di pake 100 persen di dunia kerja, makanya kalo lulus nya aja susah orang juga jadi males untuk masuk ke unwim. malah anak2 FT banyak yg pindah ke STT YPKP.
    tolong untuk para alumni untuk membuat ikatan alumni yang solid. gimana2 juga unwim itu kampus kita semua.
    anak2 unwim di daerah saya(serang, banten) banyak yang cukup berhasil dan punya kedudukan di pemerintahan. tolong di kondisikan oleh para koordinator ikatan alumni. kalo kita bersatu mudah2an kampus kita bisa bertahan, sy denger dari temen yg masih kuliah banyak kuliah di alihkan ke kampus di jalan pahlawan. untuk kang ayi di tunggu aksinya lagi heheheheheheeh. herison jg sering ketemu ma saya cuma dia lg sering kambuh sakit asam urat nya. salam untuk rekan rekan alumnus yang laen.
    UNWIM HARUS TETEP ADA!!!!!!!!!!
    MURDANI, SIPIL 95

  14. loeken Djonger 95 Says:

    wilujeung teupang kasadaya alumini UNWIM Teu diwiji-wiji, Bil Khusus Kanggo Wargi teknik Sipil Kasadaya Angkatan, pribados bangga janten alumni UNWIM, Teu sakeudik Wargi urang anu berhasil janten Pang geden anu calik di pamarentahan atanapi swasta pang-pangna anu diluar pulau jawa, eta teh mangrupikeun buktos kanggo urang sadayana yen lulusan UNWIM anu emeng gaduh kamampuan teknik anu sae, saemut abdi kuliah di teknik sipil Teuacan pernah aya dosen UNWIM anu tiasa di Suap atanapi disogok, malihan maranteunna maparin elmu / pangarti anu kalintang sae, kanggo bekel para alumni kanggo ngalalana di dunia kerja, sakali deu abdi pribados nga Du`a kanu kawasa sangkan UNWIM tetep aya tur jaya Salalawasna, Amin

  15. azhar hariman Says:

    masih banyak jalan menuju roma pri bahasa itu layak kita renungkan untuk menyikapi keberadaan unwim, harus tetap di pertahankan sesuai semangat pemerintah hari ini.
    saya sangat rasakan besar sekali manfaat sekolah di unwim sebagai kawah cadra dimuka. kita siap berkompetisi dan membangun Indonesia
    bagaimana mau berubah menyongsong dan berkompetisi dengan bangsa lain kalau universitas yang sudah ada tidak tipertahankan tetep ada.
    hai perintah dan pejabat yang berwenang…
    syai lagu kebangsaan
    bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya..
    Jaya lah UNWIM
    Jaya lah ALmamater KU…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: