“Unwim Tetap Exist…! Unwim Nu Aing…!”

Demikian sepenggal kalimat yang tertera pada spanduk yang terbentang di salah satu sudut kampus Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti (Faperta Unwim) Tanjungsari, Sumedang. Spanduk yang dipasang sejak beberapa minggu lalu itu, berisi tanda tangan dan pernyataan sikap mahasiswa, dosen, dan dekanat Faperta Unwim.

Di beberapa sudut lain kampus Faperta Unwim juga terpampang leaflet dan poster serupa. Semua berisikan kesepahaman mahasiswa, dosen, dan dekanat Faperta Unwim untuk menolak rencana pemprov yang akan mengitegrasikan Unwim dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Simpang siur seputar wacana itu tentunya menimbulkan kegelisahan di kalangan mahasiswa universitas milik pemprov Jabar itu. Ketidakjelasan status sebagai mahasiswa dan nasib mereka setelah lulus menjadi momok menimbulkan tanda tanya dan sejuta gundah dalam hati dan pikiran mereka.

Menurut informasi yang mereka dapat, mahasiswa Unwim akan diseleksi kembali dalam proses penggabungan dengan ITB. Dari informasi tersebut, mereka menangkap kesan ketidakjelasan mengenai status mereka.

“Kami sempat kecewa karena pertama kali mendengar informasi mengenai hal ini justru dari pihak di luar Unwim. Padahal, konfirmasi masalah sebesar ini sebenarnya ingin kami dengar langsung dari rektorat. Masalah ini kan melibatkan nasib seluruh elemen kampus termasuk mahasiswa dan dosen,” kata Sugih, seorang mahasiswa Faperta Unwim.

Kekecewaan mereka akhirnya terhapus ketika dekanat membenarkan keberadaan rencana tersebut. “Setelah beberapa kali dimintai keterangan, rektor pun akhirnya memperlihatkan sesatu lembar salinan MoU antara ITB dan Pemprov Jabar kepada BEM,” papar Sugih. Akan tetapi, keadaan kemudian diperburuk oleh sikap pemprov yang secara sepihak mengeluarkan instruksi agar Unwim menghentikan penerimaan mahasiswa baru pada tahun ini.

Instruksi ini jelas membuat kalang kabut seluruh civitas akademika Unwim, termasuk warga Faperta. Resistensi pun akhirnya muncul dari mereka. Rabu (14/5), seluruh warga Faperta Unwim sepakat menolak integrasi Unwim dengan ITB. Penolakan tersebut mereka wujudkan dengan pembubuhan tanda tangan dalam sebuah spanduk. Reaksi serupa ternyata muncul juga dari Fakultas Kehutanan dan Fakultas Teknik. Meski tidak melakukan aksi serupa, mereka pada intinya juga menolak integrasi Unwim dengan ITB.

Menurut Dekan Faperta Unwim Fatah Nugraha, usaha yang selama ini dilakukan menjadi sia-sia jika Unwim diintegrasikan dalam ITB Multi Kampus. Untuk itu, Fatah akan mendukung jika jalinan antara Unwim dan ITB hanya berupa kerja sama.

“Saya lebih menginginkan bentuk kerja sama antara Unwim dan ITB. Dalam kerja sama tidak ada pihak yang melemahkan kelembagaan pihak lain. Namun jika rencananya peleburan, berarti Unwim dilemahkan secara kelembagaan,” kata Fatah.

Ia menambahkan, Faperta Unwim selama ini dikenal sebagai pencetak penyuluh pertanian yang bergerak melakukan rekayasa sosial dalam kehidupan petani. Faperta Unwim selama ini juga mencoba mengakses mahasiswa dari kalangan menengah ke bawah (petani). Tujuannya adalah agar mereka kembali menjadi petani berbekal keilmuan seorang sarjana. (Handri Handriansyah)***

About these ads

8 Tanggapan to ““Unwim Tetap Exist…! Unwim Nu Aing…!””

  1. sudah sewajarnya unwim di bubarkan…karena===>>>

    1. Pada tahun ini (2008) para dosen sudah melakukan bisnis skripsi dgn para mahasiswanya khususnya mahasiswa kelas non reguler .
    2. Yg paling lucu skripsi salah seorang mahasiswa harus direvisi dari bab III padahal pada waktu UP sudah direvisi dan sudah di ACC oleh para penguji dan pembimbing yang sama. 3. Satu lagi ada fakta terungkap bahwa penilaian pada saat sidang sudah ada konspirasi terselubung, para penguji dan pembimbing sudah saling janjian memberikan nilai.
    4. Unwim saat ini sudah dijadikan ladang nyari duit bagi oknum dosen yang ga laku ngajar di tempat lain.
    5. Jika ingin unwim tetap eksis, jangan hanya minta dibatalkan MOU dengan ITB tapi pihak yayasan juga harus memebersihkan unwim dari dosen-dosen kotor yang cuma taunya nyari duit aja

  2. SODARAKU RIKO BENARKAH ITU TERJADI DI UNWIM? KALO MEMANG BENAR DI FAKLUTAS MANA? DULU DIRIKU JUGA ALUMNI UNWIM DI F.TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL, AKU LULUS LAMA SAMPAI DENGAN 5 TAHUN, TAPI APA YANG AKU DAPAT DI UNWIM DENGAN PERJUANGAN YANG SANGAT KERAS, AKU SEKARANG MENERIMA HASILNYA SEKARANG DIRIKU SUDAH SUKSES BERKAT KULIAH DI UNWIM….. HIDUP UNWIM… (TAPI KALO MEMANG ADA OKUNUM DOSEN YANG BERLAKU DEMIKIAN SINGKIRKAN SAJA DARI PEREDARAN, KARENA TELAH MERUSAK CITRA DARIPADA UNWIM, MARI KITA SAMA – SAM BERDO’A SUPAYA UNWIM TIDAK HADI DIBUBARKAN, DAN YANG LEBIH PENTING LAGI SENOGA DOSEN-DOSEN YANG TELAH MEMBUAT CITRA BURUK DI UNWIM SEGERA DI BUAT INSYAF ATAU SEGERA DI CABUT SAJA NYAWANYA, KARENA KASIHAN PERGURUAN TINGGI LAINNYA KALO MEMANG BEGITU…. MATI SAJA DOSEN YANG DEMIKIAN…)

  3. Saya rasa klo di FT msh bersih krn FT lah cikal bakal unwim,tp liat aja di FE khususnya yang kelas non reguler atau kelas karyawan.mainannya duit terus.wkt wisuda kemarin aja ada tambahan biaya ampir 1 jt an per mhs yang akan digunakan untuk kegiatan pelepasan mhs FE. Parahnya klo ga bayar, ijasah ditahan (kayak sekolah jaman dulu klo ga bayar spp, ga dpt rapot….).Googling aja ada koq pernyataan salah satu dosen yg ga mw disebut namanya yng bilang klo dia mendingan bisnis diluar dr pd ngurusin unwim dalam suasana yg ga jelas gini.Yg jelas saya punya fakta bahwa bimbingan skripsi yang dilakukan oleh para dosen FE menggunakan metode plagiat atau jiplakan, para mhsnya cm disuruh nyalin dr UP.skripsi mhs lainnya (saling tukeran skripsi)..gila kan…

  4. Dhl kami pernah mengalami perpindahan dr Bdg ke jt.
    Jl. Garut. Ke jatinangor.
    Hrs kami lalui, krn ini perubahan.
    Namun sayang.. SDM/pengelola unwim tdk berubah, mereka hanya cukup ”bekerja” dan pulang.
    Tdk punya cita rasa pendidikan.
    Slm : TL 91,92, 93.

  5. Bgmanapun jg.
    Trims UNWIM !
    Jd kangen ‘lorong panjang’ kampus!
    Kampus yg indah, jg ada puput, niknik, jg NINDA.
    Hmm..begitu manis dan bersahaja !
    Kalian lucu deh.
    Tp sayang ak hrs diam dan pergi.
    Nice to u all.

  6. Susy susanty sanusi Berkata

    Sy alumni faperta unwim jur. Budidaya ’89..sedih banget denger unwim mau merger dg itb..bgmnpun faperta unwim sdh byk memberikan kenangan2 slama kuliah disitu..gak kbayang kl anak cucu qta nanyain ttg kampus qta..menyedihkan!! Mdh2an unwim ga tenggelam bgitu aja..buat tmen2 faperta ’89 khususnya jur.budidaya jgn lupa minggu tgl.12 okt 2008 ada reuni di aula faperta unwim tj.sari..bravo unwim!

  7. Rizal Gumilar Berkata

    saya alumni Fahutan UNWIM lulusan thn 1997 saya rasa kalau benar hal itu terjadi sangat disayangkan karena dulu UNWIM adalah PT yang cukup bagus jadi wajar kalau UNWIM mengalami kemunduran. buat para alumni fahutan UNWIM miss U all

  8. uing ge lululsan faperta sosek, yah.. upami kondisina memang teu tiasa di tulungan, merger-keun atuh..yg penting upami bade legalisir..tetap bisa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: