Universitas Winaya Mukti “Dijual”?

GEDUNG Rektorat Universitas Winaya Mukti (Unwim) di Jatinangor Kab. Sumedang. Akibat minimnya peminat, mulai tahun ajaran 2008/2009, diinstruksikan tidak menerima mahasiswa baru. Sementara itu, civitas academica Unwim menuntut adanya kepastian sikap dari pemprov sebagai pemilik Unwim agar mempertahankan dan mengendalikan Unwim, serta tetap melaksanakan penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2008.* ADE BAYU INDRA

Mulai tahun ajaran 2008/2009, Universitas Winaya Mukti (Unwim) diinstruksikan tidak menerima mahasiswa baru. Kepala Bapeda, Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja mengatakan, langkah ini terkait rencana pengintegrasian Unwim dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Minimnya peminat, kata Deny sebagai salah satu alasan pengintegrasian tersebut. Sebagai universitas swasta milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Unwim juga dinilai sudah kurang produktif. Padahal dalam pengelolaannya, setiap tahun Pemprov Jabar harus mengeluarkan dana cukup besar untuk menyubsidi kampus ini.

“Langkah terbaik yang bisa diambil pemprov adalah dengan mengintegrasikan Unwim ke dalam ITB Multikampus,” ujar Deny. Hal ini menjadi keputusan pemprov setelah melalui pertimbangan yang matang. “Dengan produktivitas yang minim, pemprov tidak mungkin lagi memberdayakan Unwim secara langsung,” kata Deny.

Mengenai teknis integrasi Unwim-ITB, Deny mengatakan, pelaksanaannya baru sampai pada tahap sosialisasi ke pihak Unwim. “Surat keputusannya sudah ada dan kami tinggal mencari waktu untuk berdiskusi dengan seluruh civitas academica Unwim termasuk mahasiswa dan dosen,” kata Deny.

Ia mengakui, pemprov memang terlambat menyosialisasikan masalah ini, karena sempat disibukkan oleh agenda pemilihan gubernur beberapa waktu lalu. Padahal, wacana pengintegrasian Unwim-ITB ini sudah ada sejak awal 2008.

Deny menjelaskan, mahasiswa lama Unwim sebenarnya tidak perlu khawatir. “Nanti ada seleksi lagi bagi mahasiswa Unwim dan yang memenuhi standar statusnya akan menjadi mahasiswa ITB. Sementara bagi yang tidak lolos seleksi masih berstatus sebagai mahasiswa Unwim,” ujar Deny melanjutkan.

Hal ini berlaku juga bagi dosen Unwim yang ada sekarang. Dosen yang sudah S-3 akan langsung diangkat sebagai dosen ITB, sementara dosen yang masih S-1 atau S-2, akan melalui uji kelayakan. “Standar dosen ITB kan S-3, jadi kalau ingin jadi dosen ITB syaratnya harus S-3 dulu,” tutur Deny.

Begitu pula dengan para staf administrasi. Mereka akan ditawari menjadi staf administrasi ITB. Jika tidak bersedia, mereka akan dikembalikan ke instansi sebelumnya yang membawahi Unwim, yaitu pemprov dan Yayasan Winaya Mukti.

Mengenai program studi (prodi) yang akan diintegrasikan, Deny mengatakan bahwa akan ada pembicaraan lebih lanjut antara pemprov, Unwim, dan ITB. Rencananya, jurusan dan prodi di fakultas teknik Unwim akan langsung diintegrasikan dengan jurusan dan prodi yang sejalan dengan yang ada di ITB.

Sementara untuk fakultas pertanian (Faperta), kehutanan (Fahutan), dan ekonomi (FE) masih akan di bahas. Dalam proposal yang diajukan ITB ke pemprov, Faperta dan Fahutan akan menginduk kepada Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB. “Ini baru penawaran dari ITB, jika dirasa kurang sinergis masih bisa dibicarakan lagi,” kata Deny.

Menurut dia, dalam ITB Multikampus, prodi tidak harus di bawah ITB langsung. Namun, bisa juga bekerja sama dengan universitas lain. Fakultas Ekonomi, kata dia, bisa juga bergeser menjadi ekonomi pembangunan, mengingat di ITB tidak ada Fakultas Ekonomi. “Yang jelas tidak akan ada pihak yang dirugikan nantinya,” kata Deny.

Pelaksanaan integrasi prodi tersebut, kata Deny, akan dijalankan bertahap selama 3 tahun ke depan. Rencana integrasi tersebut juga masih akan menunggu sampai mahasiswa Unwim yang nanti tidak lolos menjadi mahasiswa ITB habis. “Kita tunggu sampai mereka semua lulus dan Unwim benar-benar siap” tutur Deny.

Dia menambahkan, masalah legalisasi ijazah alumni Unwim nantinya akan diurus Koordinator ITB Multi-Kampus yang membawahi Unwim. “Ijazah mereka tetap berlaku dan legalisasinya tetap sah meski status kampus mereka sudah berubah,” ungkap Deny.

Kendati demikian, berbagai isu tetap gencar berkembang. Bukan sekadar kerja sama, namun kepada pengambilalihan, sampai dijual, hingga Unwim akhirnya ditutup.

Situasi tersebut, bukan hanya menimbulkan keresahan di antara mahasiswa, kalangan karyawan, staf pengajar, sampai golongan pimpinan. Sejumlah pihak luar pun, menyatakan prihatin atas rencana Pemprov Jabar tersebut, terutama berkaitan komitmen membangun daerah dikaitkan sejumlah disiplin ilmu. “Kalau situasinya begini terus, saya lebih baik mencari aman asal dapur tetap ‘ngebul’. Sejak lama saya lebih banyak mengejar projek untuk memperoleh pendapatan, karena eksistensi Unwim tak jelas lagi,” kata seorang dosen tenaga yayasan berpendidikan S-3. (Wilujeng Kharisma/Handri Handriansyah/Kodar S./ “PR”)***

33 Tanggapan to “Universitas Winaya Mukti “Dijual”?”

  1. ajawijaya Says:

    BUAT REKAN-REKAN UNWIM GIMANA NIH KOMENTARNYA ?
    JIKA UNWIM DI JUAL BUAT SAYA YANG PALING MAHAL ADALAH NILAI HISTORYNYA, SEJAK ATPU TERUS UNWIM TERUS BUBAR……..

  2. Terlalu indah dikenangkan…. andaikan kau datang kembali jawaban apa yang kau beri…(penggalan lagu koes plus) tidak ada kata lain UNWIM harus tetap ada……
    Komitmen pemerintah adalah mengedepankan program pendidikan, selama ini UNWIM telah menjalankan tugasnya sebagai kawah candra dimuka untuk melahirkan anak bangsa yang berilmu,berani dan bermartabat. Tidak ada alasan pemprov jabar untuk tidak mempertahankan UNWIM
    Kebenaran dan kebaikan tidak akan turun begitu saja dari langit.
    Mari kita berjuang bersama rapatkan barisan civitas akademika UNWIM demi pendidikan anak cucu kita….
    Maju terus pantang mundur……

  3. saya,,sebagai Alumni Unwim…merasa sangat khawatir dgn keadaan yg terjadi saat ini…
    saya tahu kwalitas lulusan unwim diluar sudah banyak dan mereka mengakui bahwa Lulusan Unwim wajar untuk di acungkan jempol..
    buktinya skrg saya bs mencicipi kerja di luar negri n disini pun banyak alumni Atpu n unwim merasa terkejut dgn kabar ini…
    seandainya kami di Indonesia…kami akan perjuangkan almamater Tercinta,,,,,,,,,

    Unwim is the best……………

  4. sugguh tragis kalau memang UNWIM jadi ditutup. Ada baiknya pengelola mempertimbangkan lebih bijaksana, agar UNWIM bisa tetap eksis dan berkembang.

  5. Dear, Civitas Akedemika UNWIM.
    Masih Adakah cara yang terbaik selain untuk menjual UNWIM.
    Salah satu contoh dengan efisiensi tenaga Admik, Tenaga Dosen yang berdedikasi tinggi serta kerja sama dengan pihak2 terkait dalam hal rekrutmen lulusan UNWIM serta publikasi UNWIM sendiri yang lebih baik dalam hal nilai jual suatu perguruan tinggi. hal yang kecil ini saya harap menjadi salah satu sumbang saran.

  6. apakah pemprov ingin mengambil jalan pintas…kalo unwim
    ditutup nilai history yg terjadi sebelumnya….kenapa g dicari solusi lain….kenapa g dari dulu dibenahi,,…kenapa skrng2 gn…

  7. Waduh…….gimana atuh, jadi alumni unwim teh ga’ punya almamater lagi nih.Jadi kalau unwim ga ada kita ngaku lulusan mana yah……,bener tuh kata handari.harusnya dari dulu dibenahi,kenapa sekarang seperti ga ada tangung jawabnya gini.

  8. SAYA ALUMNI UNWIM ANGKATAN TAHUN 1998, SEKARANG SY SUDAH DIANGKAT JADI PEGAWAI TETAP DI PT. JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL, DARI DULU MAHASISIWA UNWIM MEMANG UNGGULAN, YANG DISAYANGKANNYA ITU PARA PENGURUS DI UNWIM TERLALU BANYAK EX. BIROKRAT YANG TIDAK TERPAKAI DI PEMDA JABAR, SEHINGGA MENTALNYA ADALAH HANYA MEMERAS MAHASISWA & MENJADIKAN SUMBER DANA UNTUK SUBSIDI DARI PEMPROV JABAR DI KORUPSI, JADI BEGINILAH UNWIM…… SAYA SEDIH SEKALI DENGAN NASIB UNWIM….. MUDAH-MMUDAHAN REKAN-REKAN ALUMNI UNWIM & PARA JUNIOR YANG SEKARANG MASIH MENJADI MAHASISWA UNWIM TUNJUKAN KEPADA DUNIA BAHWA MAHASISWA UNIWIM BERKUALITAS DAN BISA BERSAING DENGAN PERGURUAN TINGGI YANG LAINNYA…..

  9. Gimana yach?!…..
    Saya salah satu alumni Fahutan, MH.
    Almamater UNWIM hilang dong…. waktu saya wisuda/lulus memang sudah ada tanda-tanda tapi tidak segencar berita akhir-akhir ini. Untuk yang masih menempuh kuliah, mungkin saat ini masih deg-degan menerima keputusan akhirnya dan untuk yang belum dapat kerja tetap akan lebih ribet ngurus2 legalitas ijasah. Kalo bisa sich jangan sampai dibubarkan. Mudah-mudahan ada jalan keluar yang lebih baik untuk semua pihak.
    Amien……(tolong di amien-kan seluruh alumni/mahasiswa UNWIM, insya 4jj1 40 amien akan terkabul)

  10. jangan dilihat UNWIMnya tapi historinya dari ATPU-STTPU, AIK, STPT, AIN yang direktur terakhir dijabat Ir. HM. Itoc Tochija, MM (yang sekarang menjabat walikota cimahi dan sudah 2 periode menjabat),… UNWIM banyak dikenal dan lulusannya handal karena sampai saat ini banyak alumni ATPU-STTPU, AIK, STPT, AIN / UNWIM yang sudah menduduki jabatan strategis di seluruh wilayah nusantara ini baik pemerintah maupun swasta… saran saya lebih baik dicari solusi dan diadakan jejak pendapat dari semua alumni UNWIM dan sebelum menjadi UNWIM…. (alumni TMI-91, sopyan & Bambang)

  11. Teman-teman Unwim ada dimana kalian…???
    Banyak calon mahasiswa FE bertanya ngapain kuliah jauh2 ke Jatinangor untuk jurusan Ekonomi…di kota Bandung buanyyak yang lebih bagus…Unpad saja FE ekonominya di kota Bandung… biar gedung kecil di jalan Pahlawan peminatnya ga kalah dengan STIE manapun…sekarang dengan gedung megah kok kaya begini??? dosen berkualitaspun malas ke sana wong di Bandung banyak kampus, sebaiknya Fakultas Ekonomi berdiri sendiri saja kurang realistis di ITB ada FE, .. ya caranya dekati pasar kembali di jalan Pahlawan lagi saja dulu tahun 1991 S1 2 kelas D3 bisa 3 kelas…apa perlu saya jadi Dekannya…hehehe..tanggung jawab moral nih….

  12. unwim jadi begini karena kelakuan para dosennya juga.
    fakta – faktanya:

    1. untuk mendapatkan nilai akhir yang bagus, para mahasiswa harus melakukan “pendekatan- pendekatan khusus” sesuai pengakuan salah satu dosennya.

    2. Mahasiswanya pada detik2 terakhir batas sidang skripsi, bisa mengorder pembuatan skripsi khususnya bab IV kepada dosen

    3. empat hari menjelang wisuda masih ada sidang ????gimana yudiciumnya yaaaa???trus klo ada revisi kapan ngerevisinya???

    4. liat aja di FE khususnya yang kelas non reguler atau kelas karyawan.mainannya duit terus.wkt wisuda kemarin aja ada tambahan biaya ampir 1 jt an per mhs yang akan digunakan untuk kegiatan pelepasan mhs FE. Parahnya klo ga bayar, ijasah ditahan (kayak sekolah jaman dulu klo ga bayar spp, ga dpt rapot….).Googling aja ada koq pernyataan salah satu dosen yg ga mw disebut namanya yng bilang klo dia mendingan bisnis diluar dr pd ngurusin unwim dalam suasana yg ga jelas gini.Yg jelas saya punya fakta bahwa bimbingan skripsi yang dilakukan oleh para dosen FE menggunakan metode plagiat atau jiplakan, para mhsnya cm disuruh nyalin dr UP.skripsi mhs lainnya (saling tukeran skripsi)..gila kan…

    5. jgn terkecoh oleh oknum2 tertentu yg memprovokasi agar menolak penggabungan unwim, krn jika unwim jd gabung dgn ITB, para oknum tsb kehilangan mata pencarian yg resmi maupun gak resmi alias jd pengangguran elit . Buktinya dah ada rencana gabung, tahun ini (2008) msh aja ngebuka kelas baru program S2.

    6. Teorinya kayaknya buka S2 tahun ini sbb: Jika br 2 bulan , 3 bln atw 5 bln tp da digabung dgn ITB , para mhs S2 bisa langsung buat thesis dgn persyaratan ga jauh dari DUUUIIITTT….INSTAN ( kaya INDOMIE AJA – Mie instan )

  13. Eman Arsitek '91 Says:

    Saya sangat menyayangkan apabila universitas kita tercinta dijual, usianya masih seumur jagung!!!. Sejak pertama berdiri (Cikal bakal dari Akademi2 milik PEMDA-JABAR) diambil alih menjadi yayasan Winayamukti dengan tujuan agar lebih maju, sekarang kami balik bertanya kepada PEMDA-JABAR mengapa semuanya malah terpuruk seperti ini???
    Sekarang ada isyu mau gabung sama ITB, setelah itu mau diapain lagi?? Kami menginginkan sikap serius penanganan atas permasalahan ini dari pihak Pemprov Jabar.
    Mau dibawa kemana nasib kampus tercinta ini???? mampukah bersaing dengan Univ2 lain (tanpa “mendompleng” nama besar ITB) Unwim dapat menghasilkan lulusan2 terbaik sehingga diperhitungkan dalam dunia kerja dan diminati oleh calon mahasiswa baru…
    (eman ‘Arsitek ’91)

    • ieu teh eman arsitek 91 tea, anu kapungkur namina hoyong di gentos guntur, urang ci amis tea.
      urang ato jabrig rerencangan eman saangkatan.
      man, upami tos jadi ITB dibubarken dei atuh, da pagaweana ngan kitu tah. dasar orang pemda. nyien kuliahan siga nyieun lego. bongkar pasang. geus eweh pagawean dei meren. padahal ges sagala dimodalan mulai dibere kampus gratis angger teu becus ngurus. … ( baca : emosi saetik ). sok atuh man ku maneh gera, boga awak badag teh tong cicing wae. datang ka kampus. carekan tah nu ngurus kampus tapi teu becus ngan hayang pulus wungkul. ( emosi dei ).
      cing saha ieu anu tanggung jawab ngusrus kampus, nepi ka salah urus ? ( bari mulak cangkeng, panon popolotot )

  14. eddu novandaharto,st Says:

    saya alumni unwim teknik lingkungan angkatan 94,saat ini saya bekerja di pt kalbe farma,tbk yang merupakan perusahaan farmasi terbesar di indonesia dan se asia tenggara.dengan isu dijualnya unwim bukan solusi yang bijaksana,akan tetapi solusinya adalah menjadikan unwim menjadi universitas swasta seutuhnya,tanpa ada exs. pejabat pemda jabar yang adala didalamnya,yang pada intinya bukan mengembangkan unwim akan tetapi malah membuat unwim tambah terpuruk

  15. Tobi_Sipil 93 Says:

    Assalamu`alaikum…
    Siapa sih yang mau meninggalkan kenangan manis selama di kampus dulu. Semuanya pasti ada solusinya. Jika perlu sertakan alumni2 ATPU-STTPU, AIK, STPT, AIN. Betul ga…
    Mungkin Pemerintah Jabar atau pengambil kebijakan lain bisa berganti tapi almamater tidak segampang, karena mereka tidak memeiliki kenangan yang kami miliki.
    Dengan Gubernur baru berharap UNWIM tidak menjadi sebuah cerita buat kami. Untuk itu ajak banyak pihak terkait untuk membicarakan ini.
    Sebuah realita yang kami alami adalah apa yang di ceritakan oleh Kang Dede Sumarna, Setuju….
    Semoga ini menjadi salah satu bahan evaluasi mempertahankan Unwim…

  16. wahhhhhhh

    Unwim2222……….

    coba alumninya berkontribusi atuh….

    almamater mau bangkrut…

    ini cuek aje….

    beda ma ITB, wah…. alumni ny jgn ditanya….

    • bukan cuek kali org segalanya dimonopoli ama pemda…
      dulu aja ada reuni akbar IKA ATPU-UNWIM para pengurus dah deg-degan tuh takut ada demo besar utk misahin ATPU dari UNWIM hehehe payah ah kalo birokrasi masuk ke kampus…!
      Payam Pemprov Bandung, gak ada nyalinya, dah ngehancurin 4 akademi skrg universitasnya juga diancurin.. otaknya otak duit sihh

  17. Sebagai alumni UNWIM Angkatan 95 dari Fahutan kami sangat menyayangkan kalo sampai di Bubarkan. Memang kami pada saat ini terkenal nakal dan mungkin suka bikin Onar. Tapi dengan seperti itu kami mempunyai Jiwa KORSA yang tinggi dan memiliki daya saing yang tinggi setelah di Dunia Kerja.
    Terbukti para alumni masih sering saling kontak dan saling berhubungan di manapun mereka berada untuk saling tukar informasi.
    Kami berharap kedepannya kita Alumni UNWIM bisa menggalang kebersamaan dan meningkatkan jiwa KORSA sehingga UNWIM bisa berdiri sendiri tanpa harus gabung dengan ITB.
    Kami sangat berterima kasih pada para Pembimbing kami dan kami sedih atas hal ini. Tinggal bagaimana Promosinya aja semoga OK

  18. Kenangan berawal dari sebuah Sekolah Tinggi Pertanian Tanjungsari – dulu dikenal dengan APT (Akademi Pertanian Tanjungsari – Sumedang). Tahun 1989. Jika pikiran melayang ke tahun 1989, otomatis rasanya, hati, pikiran dan ingatan terbayang bagai sebuah film dokumenter sejarah di tahun dimana pertama kali menjajakan kaki di sebuah lembaga, yang menurut masyarakat Jawa Barat yang sarat dengan nuansa pertanian, dari mulai bangunan yg sebagian warisan tempo dulu, lingkungan asri pegunungan, udara yg jauh dari polusi dan lain – lain, yang menurut saya seperti lembaga pendidikan pertanian yang ideal dan cantik.

    Panjangnya sebuah perjalanan sejarah Lembaga pendidikan ini, tentunya membawa dampak besar terhadap kontribusi lulusan dari tahun 1914 hingga sekarang, begitu banyak para lulusannya yang sudah menempati posisi strategis di berbagai sub sektor pemerintahan & swasta bukan hanya di Jawa Barat tetapi juga di seluruh Indonesia (sayang saya belum mendapatkan angka pasti berapa lulusan yang telah memposisikan dirinya ……dari Ikatan Alumni ini.???…).

    Tapi tentu saja, dengan berbagai komptensi dan kapebilitas serta kemampuan kinerja yang sangat berbeda – beda ( mungkin dari Tingkatan nilai 5 s/d 9,5 terisi…he he ).

    Kilas balik sejarah ini, saya ulas kembali bukan semata-mata “uraian ilmu sejarah” tetapi mencoba memberikan wacana berfikir kembali tentang pentingnya melestarikan sebuah produk sejarah, bagaimanapun kendala/permasalahan yang dihadapi…tidak ubahnya sebuah Patung Arca saja yang diberitakan hilang, pemerintah dengan serta merta berusaha mencari dan menangkap pelaku pencuriannya…(begitu berharganya kah? sebuah benda yang hanya terbuat dari Batu, tidak bergerak dan bukan pelaku sejarah aktif..masih wajib dipertahankan…), Apalagi ini, sebuah lembaga Pendidikan yang nyata-nyata merupakan produk sejarah sekaligus pelaku sejarah aktif…

    Jelas sudah bagi kita bukan? sehingga tidak perlu lagi wacana – wacana ilmiah untuk mempertahankan sebuah eksistensi lembaga pendidikan ini, karena barang ilmiah bisa saja dibuang begitu saja, tetapi barang sejarah, tentunya wajib dilestarikan..(ada Undang2 nya loh…he he ).
    Ingatkah kita apa yang pernah diucapkan The Founding Father (Sukarno),
    “Jangan Sekali – kali Melupakan Sejarah”

    (Tulisan dan ulasan ini saya buat, dikhususkan untuk Tim Pengkajian UNWIM
    Berdasarkan SK.Gubernur Jabar No.421.4/Kep.262-Yansos/2008.)

  19. winaya mukti adalah universitas yg didirikan thn 1990. saya sudah menemukan mahasiswa2 yg tidak berkompeten sedikitpun dari unwim ini. saran saya tutup saja universitas ini yang cuma memiliki 3 fakultas. seperti kandang ayam kampusnya. apalagi mahasiswanya banyak ayam2 kampusnya. beberapa orang yg akan saya beritahu berinisial ST ASYH.kpeda menteri pendidikan tolong unwim ditutup. sekian dan terima kasih.

  20. Tutup aja lah….ga mutu kok UNWIM mah…mang ATPU…..

  21. Jika Unwim dijual saya yang beki dech!

  22. faisal nento Says:

    Saya sebagai civitas alumni UNWIM Teknik industri 97-98, sudah melihat unwim akan jatuh kedepan jika, melihat perekrutan dosen khususnya fakultas teknik industri dipenuhi (mohon maaf) dipenuhi oleh alumni universitas swasta yang hanya S-1 yang ada dibandung, hingga menduduki jabatan penting (KAJUR) contohnya, sehingga akhirnya merajalela memasukkan alumni teman sejawat mereka sementara ada yg lebih kompeten dan alumni sendiri dalam artian loyalitas tdk perlu diragukan “ditolak” (termasuk diri saya sendiri, bukan menyombongkan diri, Angkatan pertama dan alumni pertama yang berhasil melewati ujian negara waktu itu via ITB dengan nilai IPK diatas rata2, dan tercatat sebagai tenaga pembina di salah satu lab. UNWIM, akhirnya saya harus mengubur dalam2 semangat yang saya miliki untuk kembali ke jakarta yang sekarang alhamdulillah menjadi senior manager disalah satu perusahaan swasta). Akhirnya tau sendiri FTI Unwim dijadikan hanya untuk mencari kerja sambilan, yg tdk punya roh, jiwa loyalitas, integritas, dan pengabdian untuk memajukan FTI.
    Akhirnya saya harap rekan angkatan saya yang menjadi pengajar di FTI Unwim untuk terus maju, dan yang terpenting suburkan jiwa integritas dan loyalitas untuk berjuang meningkatkan mutu adik2 angkatannya
    Salam Viva untuk Universitas Winata Mukti, semoga terus berkembang dan Maju.

  23. meskipun saya sudah bekerja tanpa menggunakan ijazah dan ipk dari unwim…tetap saja kenangan itu msh indah…terutama saat opspek dan mabim….huahahah…klo inget lucuuuu bangettt. Tahun ini TMI ’95 akan mengadakan reuni akbar di bandung…barangkali ada rekan se angkatan disini ???

  24. Benny TMI 95 Says:

    TERLALU INDAH UNTUK DILUPAKAN….Revolusi Birokrasi UNWIM. Bravo UNWIM….KEEP UNWIM UNITED

  25. saya sebagai alumni ATPU yg merupakan cikal bakal UNWIN prihatin sekali jika sampai UNWIN Bubar, kok bisa bangjrut sih ?

  26. teu ridho aink mah ……………..kawas BTN Tipe-21 wae di Jual Gebleg Euy……………..

  27. Basith 92 Dayax BDG Says:

    Aink jadi Elekekenk ngadengena asa araraneh maenya aya kampus sakitu geus umuran …………………..trus mun deuk ngalegalisir kamana euy hehehehe………………7x

  28. Keterlaluan sampe dijual… dulu pemda kenapa repot-repot nyatuin 4 akademi jadi sebuah UNWIM??? Gak mikir gimana perasaan para alumni dari akademi-akademi yg digabung, terus sekarang digabung ke ITB…!
    padahal ATPU itu lebih top dari ITB, kenapa gak balik aka jadi ATPU-STTPU lagi!

    Emangnya luar biasa ya kalo digabung sama ITB??

  29. gimana atuh, terus terang aku bangga bisa kuliah di UNWIM, klo mo dibubarin nasib alumninya gimana,tolong dipikirkan lagi, apa tidak ada cara lain untuk mengembangkan UNWIM tanpa harus membubarkan.
    menurut aku bangkrutnya unwim, kaena para birokrat Pemda yang tidak becus mengurus, mereka hanya mikir duitnya saja tapi tidak pernah mikir bagaimana UNWIM ke depan. ketika aku kuliah juga udah terlihat gejala kemunduran,
    kurangnya inovasi dan terobosan dari para pejabat unwim yang membuat unwim bankrut dan tidak diminati oleh mahasiswa,
    gimana kalo semua alumni UNWIM dikumpulkan dan diajak urun rembug dengan masalah ini

  30. saya,,sebagai Alumni Unwim…Fak Ekonomi angkatan 1993,merasa sangat khawatir dan sedih dgn keadaan yg terjadi saat ini…
    saya tahu kwalitas lulusan unwim diluar sudah banyak dan mereka mengakui bahwa Lulusan Unwim wajar untuk di acungkan jempol..
    buktinya skrg saya bs mencicipi kerja di luar negri n disini pun banyak alumni Atpu n unwim merasa terkejut dgn kabar ini…
    seandainya kami di Indonesia…kami akan perjuangkan almamater Tercinta,,,,,,,,,

    Paulo da costa Ximenes

    Salam buat teman2 alumni Unwin Fak Ekonomi.
    Unwim is the bes

  31. filomena lay Says:

    saya adl salah satu alumni unwim ikut prihatin kalau di ambil alihkan oleh unpad maupun itb. sayang dong hanya kepentingan sepihak yg menjadikan unwim sbg lahan bisnis yg mungkin tdk lagi mendptkan laba akhirnya nasib unwim seperti sekarang. kalaupun terjadi maka sia2 semua pengorbanan pendiri dari akademi /Dip.3 sampai terbentuk jadi satu yi : UNWIM hanya tinggal kenangan. menurut saya umwin lebih cocok dg unpad dlm proses penyesuaian tdk ada kesulitan dibanding dg itb.ketinggalan berita dong maklum saking sibuk dg kerja lupa akan sekilas info ttg kampus tercinta yg waktu masuk dg nama AIK. hi hi hi i i i saya dari TIMOR-TIMUR yg sudah jadi negara TIMOR LESTE berharap agar semua dpt selesai dgn damai tampa merugikan mahasiswa sebagai harapan anak bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: